Steve Kerr

07.18


   Stephen Douglas "Steve" Kerr lahir di Beirut, Lebanon pada 27 September 1965 adalah seorang mantan pemain bola basket profesional Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai pemain dengan tembakan tiga-angka yang paling akurat dalam sejarah NBA (National Basketball Association) dan menjadi anggota dari lima tim bola basket yang memenangi kompetisi NBA.

   Pada tanggal 2 Juni 2007, Phoenix Suns, salah satu tim NBA, mengangkat Steve Kerr sebagai President of Basketball Operations dan General Manager organisasi tersebut. Sebagai partner pertama dari Robert Sarver (Managing Partner Phoenix Suns saat ini) dalam pembelian tim tersebut pada tahun 2004 dan yang membantu memfasilitasi kesempatan Sarver untuk membeli tim itu, Steve Kerr menjadi penasihat kepercayaan Sarver dalam mengambil keputusan mengenai bisnis bola basket selama tiga tahun terakhir.

   Sebagai putra dari Malcolm Kerr, seorang akademisi ahli perihal Timur Tengah, Steve menghabiskan sebagian besar masa kanak-kanaknya di Lebanon dan beberapa negara Arab lain, seperti Mesir dimana ia menuntut ilmu di Cairo American College. Ia meneruskan pendidikannya di SMU Palisades (sekarang bernama Palisades Charter High School) di Pacific Palisades, California. Pada tanggal 18 Januari 1984, Steve melihat hidupnya berubah drastis ketika ayahnya yang saat itu sedang menjabat sebagai Presiden American University di Beirut dibunuh oleh tersangka nasionalis militan di Lebanon.

Steve Kerr bermain untuk tim bola basket Universitas Arizona dari tahun 1983 hingga tahun 1988. Di musim panas tahun 1986, Steve ditunjuk untuk menjadi anggota tim bola basket Amerika Serikat yang bertanding di FIBA World Championship (dijuluki sebagai Kejuaraan Dunia Bolabasket) di Spanyol. Tim ini menjadi tim bola basket putra Amerika Serikat terakhir yang semua anggotanya adalah para pemain non-profesional (pemain liga mahasiswa) yang mampu merebut medali emas. Lutut Steve Kerr terluka dalam turnamen itu sehingga memaksanya untuk tidak bisa bermain membela tim universitasnya selama musim 1986-1987. Ketika ia telah sehat kembali untuk bermain, Steve berperan untuk membawa timnya, Arizona Wildcats, untuk mencapai posisi empat besar (Final Four) dalam turnamen NCAA Divisi I bola basket putra tahun 1988 bersama dengan teman satu tim-nya di NBA kelak, Sean Elliott.

Steve dipilih oleh Phoenix Suns pada putaran kedua NBA Draft tahun 1988, tapi kemudian ditukarkan ke tim Cleveland Cavaliers untuk pemain lain pada tahun 1989. Ia bermain selama tiga musim untuk tim Cavaliers (1989-1992) dan menjadi pemain Orlando Magic pada sebagian musim tahun 1992-1993. Pada tahun 1993 ia bergabung dengan Chicago Bulls. Selama musim 1993-1994 dan 1994-1995, tim tangguh Bulls terus bisa menembus babak playoff. Tanpa kehadiran Michael Jordan di kedua musim tersebut, Chicago Bulls tidak bisa meraih tiket ke final. Namun, dengan kembalinya Michael Jordan di musim 1995-1996, Chicago Bulls mencetak rekor 72-10 (72 menang, 10 kalah) dan mengalahkan Seattle Supersonics untuk meraih kembali gelar Juara NBA. Musim tersebut memberikan anugerah bagi Steve Kerr untuk menjadi anggota tim NBA yang mencetak kemenangan terbanyak di satu musim dalam sejarah.

   Steve Kerr mengumumkan dirinya pensiun dari bola basket profesional setelah turnamen NBA Finals tahun 2003. Ia bermain di 910 pertandingan yang berlangsung dalam musim biasa (bukan NBA Playoffs maupun NBA Finals), namun ia hanya menjadi pemain starter di 30 pertandingan saja, 20 diantaranya terjadi di musim kompetisi NBA tahun 1991-1992. Karier bola basketnya menghasilkan angka-angka berikut: 5.437 poin (rata-rata 6 poin per pertandingan), 1.060 rebound (rata-rata 1,2 rebound per pertandingan), dan 1.658 assist (rata-rata 1,8 assist per pertandingan). Ia juga pensiun sebagai pemain NBA dengan persentasi tembakan tiga angka terbaik untuk satu musim (52,4% tembakan tiga angka masuk di musim 1994-1995) dan selama karier (45,4%).

   Pada musim 2011-2012 Steve Kerr bekerja sama dengan 2K Sports untuk mengisi suara sebagai salah satu komentator dalam seri video game NBA 2K. Dalam game tersebut ia bergabung dalam tim komentator yang terdiri atas Kevin Harlan dan Clark Kellogg plus Dorris Burke.

You Might Also Like

0 komentar